Analisis Pengaruh Puja Bhakti Dalam Meningkatkan Kualitas Saddha Umat Buddha
Abstract
Puja bhakti merupakan bentuk praktik spiritual dalam ajaran Buddha yang menggabungkan penghormatan, meditasi, dan pembacaan paritta sebagai sarana untuk memperkuat keyakinan (saddha) umat. Dalam konteks kehidupan beragama, saddha memegang peranan penting sebagai dasar dari praktik moral dan spiritual umat Buddha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana praktik puja bhakti dapat mempengaruhi kualitas keyakinan (saddha). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dikumpulkan melalui berbagai sumber seperti kitab suci Tipitaka, buku Buddhis, jurnal ilmiah, dan artikel akademik yang membahas tentang puja bhakti dan saddha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik puja bhakti secara konsisten dikaitkan dengan peningkatan kualitas keyakinan (saddha) umat Buddha, baik dari aspek emosional, intelektual, maupun spiritual. Melalui keterlibatan rutin dalam puja bhakti, umat memperoleh penguatan batin, pemahaman ajaran yang lebih mendalam, serta komitmen yang lebih tinggi terhadap Dhamma. Puja bhakti tidak hanya berfungsi sebagai bentuk penghormatan religius, tetapi juga sebagai sarana efektif dalam menumbuhkan dan memperkokoh saddha umat Buddha secara holistik.
Keywords
Full Text:
PDF 96-105References
Bodhi, B. (Trans.). (2012). The numerical discourses of the Buddha: A translation of the A?guttara Nik?ya (AN 4.62, pp. 127–128). Wisdom Publications.
Bodhi, B. (2017). The Khuddakap??ha: The Short Readings (Khp 7 – Tirokuddasutta). In The Suttanip?ta: An Ancient Collection of the Buddha’s Discourses (pp. 295–298). Wisdom Publications.
Bodhi, B. (2005). In the Buddha’s Words: An Anthology of Discourses from the Pali Canon. Wisdom Publications.
Bawono, B. (2023). Pengaruh Pelaksanaan Puja Bakti Pagi Terhadap Kecerdasan Spiritual Siswa Agama Buddha SMA Bhakti Karya Kaloran. Tahun 2022/2023.
Boucher, D. (1991). Buddha’s Teachings on the Healing Buddha: Bhai?ajyaguru Tath?gata. Dharma Publishing.
Dewi, S., Priastana, J., & Priyono, E. (2024). Dampak Sistem Kasta terhadap Struktur Sosial Umat Buddha di Bali. Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma, 8(1), 98–121. https://doi.org/10.47861/Dhammavicaya.V8I1.1644
Duraesa, A. (2019). Diskursus Pluralisme Agama Di Indonesia (Muzayyin Ahyar (ed.)). Ar-Ruzz Media Jl. Anggrek 126 Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman.
Hurvitz, L. (1976). Scripture of the Lotus Blossom of the Fine Dharma (The Lotus Sutra). Columbia University Press.
Imah Salamah, S. N. (2020). Motivasi Puja bhakti Bagi Umat Buddha Theravada Studi Kasus Vihara Pusdiklat Buddhis Shikkadama Santibhumi BSDTangerang Selatan. https://repository.uinjkt.ac.id/dspace/handle/123456789/50137
Kritzer, R. (2001). Bhaisajyaguru-Sutra and Related Texts. Numata Center for Buddhist Translation and Research.
Kubo, T., & Yuyama, R. (2007). The Lotus Sutra (BDK English Tripi?aka Series). Numata Center for Buddhist Translation and Research.
Lauw Acep. (2019). Kecerdasan Spiritual Dan Puja Bakti. Dhammavicaya : Jurnal Pengkajian Dhamma, 2(2), 40–50. https://doi.org/10.47861/DV.V2I2.14
Lusiana. (2022). Peran Orang Tua Dalam Menumbuhkan Keyakinan Dan Spiritual Pada Remaja: PATISAMBHIDA : Jurnal Pemikiran Buddha Dan Filsafat Agama, 3(1), 42–56. https://doi.org/10.53565/Patisambhida.V3I1.911
Mugiyo Mugiyo, P. D. H. (2022). Makna Ritual Pengambilan Tirta Untuk Penguatan Karakter Religius Umat Buddha Kabupaten Banyuwangi. Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan Dan Kemasyarakatan, 16(4), 1448–1458. https://doi.org/10.35931/AQ.V16I4.1135
Narada, T. (1992). The Buddha and His Teachings (4th ed.). Buddhist Missionary Society.
Nyoto. (2020). Makna Kata Namo A Mi Thuo Fo. Jurnal Ilmiah Kampus: Sati Sampajanna, 11(1). https://doi.org/10.69835/SATI.V11I1.309
Pratiwi, V. D., Sineru, W., & Sumarwan, E. (2023). Pernikahan Beda Agama Dalam Pandangan Agama Buddha. Jurnal Penelitian Agama, 24(2), 191–204. https://doi.org/10.24090/JPA.V24I2.2023.PP191-204
Riski, M. S. (2023). Makna Upacara Kathina Bagi Masyarakat Buddha.
Situ Asih. (2020, December 2). Kemasyarakatan Buddhis Sebagai Bentuk Struktur Dalam Agama Buddha. https://radenwijaya.ac.id/jurnal/index.php/sabbhata_yatra/article/view/257/212
Sonika, S. (2024). Implementasi Nilai-Nilai Ajaran Buddha dan Tradisi Upacara Adat Ulambana dalam Kontribusi Pengembangan Agama Buddha. Jurnal Sosial Dan Sains, 4(11), 1159–1176. https://doi.org/10.59188/Jurnalsosains.V4I11.31833
Suci, N., Rais, R., Maik, M., Dien, J., & Dien, A. Y. (2018). Kemajuan Teknologi Informasi Berdampak Pada Generalisasi Unsur Sosial Budaya Bagi Generasi Milenial. Mozaik, 10(2), 299364. https://www.neliti.com/publications/299364/
Tri Suyatno. (2023, July 31). Makna Pindapata Di Hari Uposatha Sebagai Upaya Meningkatkan Keyakinan Umat Buddha. https://radenwijaya.ac.id/jurnal/index.php/ABIP/article/view/712/463
Wardani, N., & Dwiputri Maharani, S. (2020). Tinjauan Filsafat Moral Immanuel Kant Terhadap Perzinahan Dalam Pancasila Buddhis. Jurnal agama buddha dan ilmu pengetahuan, 6(2), 1–14. Https://doi.org/10.53565/ABIP.v3i2.217
DOI: https://doi.org/10.69835/jpd.v11i2.706
Refbacks
- There are currently no refbacks.
INDEX BY:











