TINJAUAN PENERAPAN KONSELING DAN PSIKOTERAPI BUDDHA DI SEKOLAH

Suparman MP, Bondan Ade Prasetyo MP

Abstract


ABSTRAK

Psikoterapi dan konseling berbasis nilai buddhis belum banyak digunakan untk penyelesaian maslah dalam pendidikan. Penelitian ini bertujuan mengkaji penerapan psikoterapi dan konseling Buddhis dalam konteks layanan bimbingan dan konseling di lembaga pendidikan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research). Data dianalisis dengan tahapan: reduksi data, kategorisasi tema, sinteisi, dan konklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan konseling Buddhis berlandaskan Empat Kebenaran Mulia (Cattari Ariyasaccani) yang dipahami melalui tiga tahap (tiparivata) dan dua belas aspek pandnagan (dvadasakara), sehingga memberikan kerangka sistematis untuk mengidentifikasi akar permasalahan, memahami penyebab penderitaan, menentukan tujuan pemulihan, serta merumuskan langkah-langkah penyelesaiannya. Secara pragmatis, teknik mindfulness dan meditasi kesadaran dapat diintegrasikan ke dalam layanan bimbingan dan konseling secara individual maupun klasikal untuk membantu mengembangkan regulasi emosi, meningkatkan kesehatan mental, mengurangi stres, serta memperkuat keterampilan hidup. Temuan ini menunjukkan bahwa konseling dan psikoterapi Buddhis memiliki potensi sebagai pendekatan komplementer yang relevan untuk mendukung perkembangan psikologis dan kesejahteraan peserta didik di sekolah.

 

 

 

 Kata kunci: konseling, mindfulness, psikoterapi Buddha, sekolah

 

ABSTRACT

Buddhist value-based psychotherapy and counseling have not been widely used to address educational issues. This study aims to examine the application of Buddhist psychotherapy and counseling within guidance and counseling services in educational institutions, utilizing a qualitative approach that includes library research. Data were analyzed through the following stages: data reduction, theme categorization, synthesis, and conclusion. The results indicate that the Buddhist counseling approach is based on the Four Noble Truths (Cattari Ariyasaccani), understood through three stages (tiparivata) and twelve aspects of insight (dvadasakara), thus providing a systematic framework for identifying root causes, understanding the causes of suffering, determining recovery goals, and formulating resolution steps. Pragmatically, mindfulness techniques and awareness meditation can be integrated into individual and class guidance and counseling services to help develop emotional regulation, improve mental health, reduce stress, and strengthen life skills. These findings suggest that Buddhist counseling and psychotherapy have the potential to be relevant complementary approaches to support the psychological development and well-being of students in schools.


Full Text:

PDF 90-105

References


Listiyani, A. (2021). Layanan bimbingan dan konseling pada saat pandemi Covid-19 di SMK Negeri 3 Pati. Empati-Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(1), 74-84.

Arikunto. 1995. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Karni, A. (2014). Konseling dan Psikoterapi Profesional. Jurnal Ilmiah Syi'ar, 14(1), 39-52.

Karni, A. (2014). Konseling dan Psikoterapi Profesional. Jurnal Ilmiah Syi'ar, 14(1), 39-52.

Baer, R. A., Smith, G. T., Lykins, E., Button, D., Krietemeyer, J., Sauer, S., ... & Williams, J. M. G. (2008). Construct validity of the five facet mindfulness questionnaire in meditating and nonmeditating samples. Assessment, 15(3), 329-342.

Beck, J. S. (2020). Cognitive behavior therapy: Basics and beyond. Guilford Publications.

Biegel, G. M., Brown, K. W., Shapiro, S. L., & Schubert, C. M. (2009). Mindfulness-based stress reduction for the treatment of adolescent psychiatric outpatients: A randomized clinical trial. Journal of consulting and clinical psychology, 77(5), 855.

Pangestu, B. (2021). Konseling Dan Pluralisme Agama Dalam Meditasi Di Vihara Karangdjati Yogyakarta. Jurnal Bimbingan Penyuluhan Islam, 2(2), 199-216.

Brown, K. W., & Ryan, R. M. (2003). The benefits of being present: mindfulness and its role in psychological well-being. Journal of personality and social psychology, 84(4), 822.

Chang & Kelly. 1998. Langkah-langkah Pemecahan Masalah. Jakarta: Pustaka Binaman Pressindo.

Chaplin, J. P. (1993). Kamus Lengkap Psikologi. Jakarta.

Press, T. D. (2009). Digha Nikaya Khotbah-Khotbah Panjang Sang Buddha.

Djayadin, C., & Munastiwi, E. (2020). Pola Komunikasi Keluarga Terhadap Kesehatan Mental Anak Di Tengah Pandemi Covid-19. Raudhatul Athfal: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 4(2), 160-180.

Rifayani, H. (2022). Peran Guru Bimbingan dan Konseling Dalam Mengatasi Permasalahan Siswa Selama Masa Pandemi Covid-19 di MI Muhammadiyah Karanganyar. Jurnal Talenta, 11(1), 73-85.

Htye Yee dan Hanin Moe Hlaing. 2016. Psikoterapi Buddhis. Simposium Universitas Pathein. Makalah Penelitian Vol 1. No.2 .

Jeon, H. (2021). Buddhist Psychotherapy: Wisdom from Early Buddhist Teaching. Springer.

Quek, J. H. H. (2006). The Buddha's technique and practice of counselling as depicted in the Pali Canon (Doctoral dissertation).

Putri, D. D., Putri, E. A., Harahap, H. S., Ilmi, M., Adhani, N. R., Agusty, R. A., ... & Hidayat, R. R. (2022). PENANGANAN MASALAH MENTAL EMOSIONAL PADA ANAK USIA SEKOLAH. Nusantara Hasana Journal, 2(6), 120-124.

KBBI Daring. 2022. https://kbbi.kemdikbud.go.id/entri/masalah.

Ahmad, A., & Mansyur, A. Y. (2017). PROBLEM SOLVING BERBASIS KONSELING AL-QUR'AN. Konseling Religi" Jurnal Bimbingan Koneseling Islam", 8(1), 45-64.

Wijaya, K. M. (2020). Wacana Buddha Dhamma. Jakarta:.Yayasan Karaniya.

Mulawarman. 2017. Buku Ajar Keterampilan Dasar Konseling. Semarang. Universitas Negeri Semarang.

Syafaruddin, S., Syarqawi, A., & Siahaan, D. N. A. (2019). Dasar-dasar bimbingan dan konseling: Telaah Konsep, Teori dan Praktik.

Putra, M. A. H. (2019). Building character education through the civilization nations children. The Kalimantan Social Studies Journal, 1(1), 12-17.

Rahula. 2014. Apa yang Buddha Ajarkan. Jakarta: Yayasan PJBI.

Irawati, E., & Susetyo, W. (2017). Implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional Di Blitar. Jurnal Supremasi, 3-3.

Rodríguez-Ledo, C., Orejudo, S., Cardoso, M. J., Balaguer, Á., & Zarza-Alzugaray, J. (2018). Emotional intelligence and mindfulness: Relation and enhancement in the classroom with adolescents. Frontiers in psychology, 9, 2162.

Sari, A. K., & Prayitno, Y. K. (2021). Pelayanan profesional guru bimbingan konseling dalam meminimalisir kesalahpahaman tentang bimbingan konseling di sekolah. Journal Of Education And Teaching Learning (JETL), 3(1), 36-49.

Tadlock-Marlo, R. L. (2011). Making minds matter: Infusing mindfulness into school counseling. Journal of Creativity in Mental Health, 6(3), 220-233.

The Middle Lenght Saying Vol. I. 1990. I.B. Horner (Trans.). Oxford: PTS. Khotbah-khotbah Menengah Sang Buddha. 2013. Edi Wijaya & Indra Anggara (Trans). Jakarta: DhammaCitta Press.

Weare, K. (2012). Evidence for the impact of mindfulness on children and young people. The mindfulness in schools project in association with mood disorders centre.

Wiyani, N. A. (2012). Save our children from school bullying. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media, 129.

Nurun Alanur, S. S., Amus, S., & Hasdin. (2022). Penerapan Nilai Profil Pelajar

Pancasila Melalui Kegiatan Kampus Mengajar Di Sekolah Dasar. Jurnal Cakrawala Pendas, 8(3).




DOI: https://doi.org/10.69835/sati.v15i2.709

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEX BY:

View My Stats

Jurnal Ilmiah Kampus: Sati Sampajanna is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.