Suminah dan Perannya dalam Pendidikan Guru Agama Buddha Era 1970-an Hingga 1990-an

Puji Sulani

Abstract


Abstract

This research aims to construct the biography of Suminah, a Javanese woman in southwestern Central Java, and her role in constructing Buddhist Education from the 1970s to the 1990s. A qualitative approach with the historical narrative method was used to answer the research questions supported by oral and written historical sources relevant to the research object. The sources were analyzed using a narrative history or biography approach and using the concept of women, the concept of agency as part of structuration theory, social role theory, and educational concepts. The results showed that Suminah, a Javanese woman who believed in Kawula Warga Naluri, who later became a Buddhist, had educational experience as a prospective teacher from 1942-1946 and had a career as a teacher from 1946-1978. This background played a role in her agency to build Buddhist teacher education after the socio-political changes caused by Presidential Decree Number 1 of 1965 and the events of the September 30, 1965 Movement. Suminah not only played a role in building a family but was also able to collaborate with her husband in building teacher education through the Buddhist Teacher Course and the Buddhist Teacher Education school in the era of the 1970s to 1990s by becoming a teacher, principal, administrative staff, educator, as well as fundraiser, and provider of Buddhist teachers at the local to national level.

Keywords: buddhist education, women’s agencies, buddhist teacher, 30th september 1965 movement

 

Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengonstruksi biografi Suminah, perempuan Jawa di Jawa Tengah bagian selatan barat dan perannya dalam konstruksi Pendidikan Agama Buddha era tahun 1970-an hingga tahun 1990-an. Pendekatan kualitatif dengan metode naratif sejarah digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian yang didukung dengan sumber sejarah lisan dan tertulis yang relevan dengan objek penelitian. Sumber-sumber tersebut dianalisis menggunakan pendekatan sejarah naratif atau biografi dan menggunakan konsep perempuan, konsep agensi sebagai bagian teori strukturasi, teori peran sosial, dan konsep-konsep pendidikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Suminah, perempuan Jawa penghayat kepercayaan Kawula Warga Naluri yang kemudian menjadi Buddha, memiliki pengalaman pendidikan sebagai calon guru sejak 1942 – 1946 dan memiliki karier sebagai guru sejak 1946 – 1978. Latar belakang tersebut peran dalam agensinya membangun pendidikan guru agama Buddha setelah terjadinya perubahan sosial politik dampak Penetapan Presiden Nomor 1 tahun 1965 dan peristiwa Gerakan 30 September 1965. Suminah tidak hanya berperan membangun keluarga, tetapi juga dapat berkolaborasi dengan suaminya dalam membangun pendidikan guru melalui Kursus Guru Agama Buddha dan sekolah Pendidikan Guru Agama Buddha di era tahun 1970-an hingga 1990-an dengan menjadi guru, kepala sekolah, tenaga administratif, pendidik, sekaligus penggalang dana, dan penyedia guru agama Buddha pada tingkat lokal hingga nasional.

 

Kata Kunci: pendidikan Buddha, peran perempuan, guru Buddha, gerakan 30 September 1965.

 


Keywords


buddhist education, women’s agencies, buddhist teacher, 30th september 1965 movement

Full Text:

PDF 24-34

References


Agung, L. (2015). Sejarah Kurikulum Menengah di Indonesia. Yogyakarta: Ombak.

Agustin, R. D. (2021). Agensi Kepemimpinan Perempuan: Entrepreneurship Umi Waheeda Di Pesantren Al Ashriyyah Nurul Iman, Parung, Bogor. Musãwa Jurnal Studi Gender Dan Islam, 19(2). https://doi.org/10.14421/musawa.2020.192-235-247

Alhamuddin. (2014). Sejarah Kurikulum di Indonesia: Studi Analisis Kebijakan Pengembangan Kurikulum. Nur El-Islam, 1(1), 48–58. Retrieved from https://media.neliti.com/media/publications/226468-sejarah-kurikulum-di-indonesia-studi-ana-bac69203.pdf

Almutamah, S. (2021). PERAN PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN ISLAM. PEDIAMU: Jurnal Ilmu Pendidikan, Keguruan, Dan Pembelajaran, 1(1). https://doi.org/10.54443/pediamu.v1i1.5

Bashori, B. (2018). Sejarah Perundang-Undangan Pendidikan Islam di Indonesia. INSANIA : Jurnal Pemikiran Alternatif Kependidikan, 23(1), 92–112. https://doi.org/10.24090/insania.v23i1.2009

Cahyo, A. T. (2022). PENGUATAN PERAN PEREMPUAN DALAM PENDIDIKAN: PEMBERDAYAAN PARA USTADZAH PESANTREN MUHAMMADIYAH KABUPATEN MADIUN DALAM MENGAKSES KITAB BERBAHASA ARAB GUNDUL. InEJ: Indonesian Engagement Journal, 3(1). https://doi.org/10.21154/inej.v3i1.4997

Et al., S. K. (2021). Socio- Political Education and Women Empowerment in Buddhist Perspective. Psychology and Education Journal, 58(1). https://doi.org/10.17762/pae.v58i1.954

Halafoff, A., Garrod, J., & Gobey, L. (2018). Women and ultramodern Buddhism in Australia. Religions, 9(5). https://doi.org/10.3390/rel9050147

Hoddin, M. S. (2020). Dinamika Politik Pendidikan Islam Di Indonesia; Studi Kebijakan Pendidikan Islam Pada Masa Pra-Kemerdekaan hingga Reformasi. Jurnal Ilmiah Iqra’, 14(1). https://doi.org/10.30984/jii.v14i1.1035

Isnaini, R. L. (2016). ULAMA PEREMPUAN DAN DEDIKASINYA DALAM PENDIDIKAN ISLAM (Telaah Pemikiran Rahmah El-Yunusiyah). Jurnal Pendidikan Agama Islam (Journal of Islamic Education Studies), 4(1). https://doi.org/10.15642/jpai.2016.4.1.1-19

Kalintabu, H. (2020). KAJIAN TEOLOGIS TENTANG PEREMPUAN DAN PERANANNYA DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN GEREJA. Jurnal Shanan, 4(1), 57–72. https://doi.org/10.33541/shanan.v4i1.1768

Kosim, M. (2006). PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI SEKOLAH UMUM (Perspektif Sosio-Politik-Historis). TADRIS:Jurnal Pendidikan Islam, 2, 119–137. https://doi.org/https://doi.org/10.19105/tjpi.v1i2.197

Kosim, M. (2007). Dari SGHAI Ke PGA; Sejarah Perkembangan Lembaga Pendidikan Guru Agama Islam Negeri Jenjang Menengah. Tadris, 2, 179–196.

Lauterboom, M. (2019). Dekolonialisasi Pendidikan Agama Kristen di Indonesia. Indonesian Journal of Theology, 7(1). https://doi.org/10.46567/ijt.v7i1.8

Li, Y. C. (2022). Taiwanese Nuns and Education Issues in Contemporary Taiwan. Religions, 13(9). https://doi.org/10.3390/rel13090847

Lin, R. (2023). Buddhist Women and Female Buddhist Education in the South China Sea: A History of the Singapore Girls’ Buddhist Institute. Religions, 14(3). https://doi.org/10.3390/rel14030392

Listiana, H. (2021). DINAMIKA POLITIK PENDIDIKAN GURU AGAMA ISLAM PADA MASA ORDE LAMA. Jurnal Keislaman, 2(2). https://doi.org/10.54298/jk.v2i2.3386

Muhammad Ansor. (2019). Agensi Perempuan Kristen Dalam Ruang Publik Islam Aceh.

Mulder, J. A. N. (1970). Aliran Kebatinan as an Expression of the Javanese worldview. Journal of Southeast Asian Studies, 1((2)), 105–114. https://doi.org/https://remote-lib.ui.ac.id:2116/10.1017/S0022463400020282

Regulasip. (n.d.). Ketetapan Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara Republik Indonesia Nomor II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahapan Pertama 1961-1969. Retrieved September 22, 2024, from Regulasip website: https://www.regulasip.id/book/11567/read

Rifa’i, Moh., & Diyah, W. M. (2019). AGENSI PEREMPUAN DALAM MANAJEMEN PENDIDIKAN MADRASAH: BELAJAR DARI PONDOK PESANTREN NURUL JADID PROBOLINGGO. Marwah: Jurnal Perempuan, Agama Dan Jender, 18(1). https://doi.org/10.24014/marwah.v18i1.6862

Santiphalo. (2021). Jejak Karya Sesepuh Tantrayana Kasogatan yang Gagah Berani dan Luhu Budi: U.P. Mardjono Tjiptowardjojo, U.P. Sunaryo Agus, B.A., U.P. Karuna Atmadja, Drs. Oka Diputhera.

Saruya, R. (2022). Creating Demand and Creating Knowledge Communities: Myanmar/Burmese Buddhist Women, Monk Teachers, and the Shaping of Transnational Teachings. Religions, 13(2). https://doi.org/10.3390/rel13020098

Schneider, N. (2022). A Revolution in Red Robes: Tibetan Nuns Obtaining the Doctoral Degree in Buddhist Studies (Geshema). Religions, 13(9). https://doi.org/10.3390/rel13090838

Sianipar, D. (2017). PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN YANG MEMBEBASKAN. Jurnal Shanan, 1(1). https://doi.org/10.33541/shanan.v1i1.1481

Sjamsuddin, H. (2012). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Sulani, P. (2023a). Dinamika Kurikulum Pendidikan Agama Buddha Tahun 1960-an Hingga Tahun 1990-an. Tangerang.

Sulani, P. (2023b). Konstruksi Identitas Agama Buddha Wong Jawa Banyumasan di Eks-Keresidenan Banyumas Tahun 1965-1998 (Dissertation). Universitas Indonesia, Depok.

Tat Chia, J. M. (2024). Women’s Dharma: Parwati Soepangat and Buddhist Feminist Theology in Postcolonial Indonesia. Journal of Religious History, 1–19. https://doi.org/10.1111/1467-9809.13045

Tatsumura, R. (1981). Some Problems Relating to Buddhist Education for Women. JOURNAL OF INDIAN AND BUDDHIST STUDIES (INDOGAKU BUKKYOGAKU KENKYU), 30(1). https://doi.org/10.4259/ibk.30.162

Tsomo, K. L. (2020). Women in Buddhist Traditions. New York: New York University Press. Retrieved from https://www.jstor.org/stable/j.ctv11vccmv

Wira Sugiarto, Putri Sari Ayu, & Siti Al Fiza. (2023). PERAN WANITA SEBAGAI IBU DALAM PENDIDIKAN ISLAM PERSPEKTIF MURTADHA MUTHAHHARI. Al-Hasanah : Jurnal Pendidikan Agama Islam, 8(2), 271–291. https://doi.org/10.51729/82200

Yovita, K., Dwi, A., Kristina, A., & Pardede, G. (2022). Stigma Masyarakat Terhadap Perempuan Sebagai Strata Kedua dalam Negeri. Seminar Nasional Ilmu Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya, 01(01).




DOI: https://doi.org/10.69835/sati.v16i1.904

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEX BY:

View My Stats

Jurnal Ilmiah Kampus: Sati Sampajanna is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.