Prinsip-Prinsip Manajerial Penyuluh Agama Buddha Di Provinsi Banten

Bayu Jati Pamungkas, Edi Ramawijaya Putra, Lalita Vistari

Abstract


Permasalahan yang diangkat dalam penelitian ini penyuluh agama Buddha ketika berceramah menyampaikan materi yang tidak memiliki keterkaitan dengan sutta maupun referensi dalam agama Buddha, selain itu belum diketahuinya penerapan prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha. Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan Prinsip-prinsip Manajerial Penyuluh agama Buddha di Provinsi Banten. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini adalah Pembimbing Masyarakat Buddha dan Penyuluh Agama Buddha di Provinsi Banten. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah nontes dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman. Hasil penelitian menunjukan adanya penerapan prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha, pemahaman manajerial penyuluh agama Buddha dapat dilihat dari peran dan tugas yang dilakukan sesuai dengan program kerja yang telah disusun, faktor-faktor yang mempengaruhi prinsip-prinsip manajerial penyuluh agama Buddha antara lain perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi. Penerapan manajerial di dalam penyuluh agama Buddha dilakukan dengan menjalankan peran sebagai seorang Dharmaduta maupun pemimpin untuk pembacaan paritta di suatu acara. Kendala yang dihadapi dalam penerapan prinsip manajerial antara lain kurangnya sarana prasarana, kurangnya kemampuan berceramah, kurangnya penguasaan terhadap Dhamma dan kurangnya manajemen waktu. Dari penelitian ini dapat disimpulkan penyuluh agama Buddha dalam melaksanakan kegiatan bimbingan menerapkan prinsip-prinsip manajerial, selain itu penyuluh agama Buddha memiliki pemahaman terhadap prinsip-prinsip manajerial, namun dalam pelaksanaanya terdapat beberapa kendala yang terjadi tetapi hal tersebut dapat diatasi dengan melakukan evaluasi mandiri maupun evaluasi dengan komunitas penyuluh agama Buddha khususnya di Provinsi Banten.

Keywords


Prinsip-prinsip Manajerial, Penyuluh Agama Buddha

Full Text:

PDF 22-27

References


Bateman, Thomas S. dan Scott A. Snell. 2008. Manajemen Kepemimpinan dan Kolaborasi Dalam Dunia Yang Kompetitif. Edisi Ketujuh. Jakarta: Salemba Empat.

Rajavacarya. 2013. Dhammapada. Bahusutta society.

Rohman, Abd. (2017). Buku Dasar-Dasar Manajemen. Malang: Intelegensia Media.

Purnama. 2018. Manajemen dan Manajer. STIE Al Anwar.

Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Sukwiaty, dkk. 2016. Ekonomi. Yogyakarta: Yudhistira.

Supartini, dkk. 2007. Pola Pembinaan Lembaga Keagamaan Buddha. Jakarta: Dirjen Bimas Buddha.

Usman, Husaini. 2008. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Warsana. 2009. Petunjuk Pelaksanaan Penyuluh Agama Buddha. Jakarta: Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Departemen Agama Republik Indonesia.

Wijayanti, Irene Diana Sari. 2008. Manajemen. Jogjakarta: Mitra Cendikia Press.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEX BY:

 

View My Stats

Jurnal Pelita Dharma (JPD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.