Pemaknaan Tradisi Nyadran Makam dalam Perspektif Pendidikan Keagamaan Buddha (Studi pada Komunitas di Desa Tlogowungu, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah)

Ika Budiyanti, Yuriani Yuriani, Sapardi Sapardi

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemaknaan tradisi Nyadran Makam dalam perspektif pendidikan keagamaan Buddha pada komunitas di Desa Tlogowungu, Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keberadaan tradisi Nyadran Makam yang masih dilestarikan masyarakat Jawa namun mengalami pergeseran makna serta belum banyak dikaji dalam perspektif pendidikan keagamaan Buddha. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas tokoh agama Buddha, tokoh masyarakat, dan masyarakat pelaku tradisi Nyadran Makam. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi Nyadran Makam merupakan tradisi turun-temurun yang dimaknai sebagai sarana penghormatan kepada leluhur, media penguatan solidaritas sosial, dan ruang pelestarian budaya lokal. Tradisi ini juga mengandung nilai-nilai pendidikan keagamaan Buddha seperti bhakti, d?na, mett?, paññ?, toleransi, gotong royong, persatuan, tanggung jawab, serta kebersamaan. Pelaksanaan tradisi Nyadran Makam memberikan dampak positif terhadap kehidupan spiritual, moral, sosial, edukatif, ekonomi, dan psikologis masyarakat Buddha di Desa Tlogowungu. Penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi lokal dapat menjadi mediapendidikan keagamaan Buddha berbasis kearifan lokal.


Keywords


Nyadran makam; pendidikan keagamaan Buddha; pendidikan karakter.

References


Andriyani, L. (2021). Tradisi Nyadran Punden Dan Umat Buddha Di Dusun Lamuk, Kabupaten Temanggung. Patisambhida: Jurnal Pemikiran Buddha dan Filsafat Agama, 2(2), 47-58.

Aris Munandar. (2013). Indonesia dalam Arus Sejarah. Jakarta: Ichtiar Baru Van Hoeve.

Bekker, A. (1984). Filsafat Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Dhammananda, S. (2004). Keyakinan Umat Buddha. Jakarta: Yayasan Karaniya.

Koentjaraningrat. (2000). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.

Lickona, T. (2012). Educating for Character, Mendidik untuk Membentuk Karakter: Bagaimana Sekolah Dapat Mengajarkan Sikap Hormat dan Tanggung Jawab (J. A. Wamaungo, Penerj.). Jakarta: Bumi Aksara.

Miles, M. B., & Huberman, A. M. (1994). Qualitative Data Analysis. California: Sage Publications.

Mugiyo. (2020). Nyadran Kali dalam Perspektif Buddhisme (Studi Kasus pada Masyarakat Umat Buddha di Desa Kalimanggis, Kaloran, Kabupaten Temanggung). Jurnal Subbhata Yatra, Jurnal Pariwisata dan Budaya, 1(1), 45-59.

Peursen, C. A. van. (1988). Strategi Kebudayaan. Yogyakarta: Kanisius.

Sulaeman, M. M. (2012). Ilmu Budaya Dasar. Bandung: Refika Aditama.

Walshe, M. (1995). Khotbah-Khotbah Panjang Sang Buddha. Jakarta: Dhammacitta Press.




DOI: https://doi.org/10.69835/jpd.v12i2.873

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


INDEX BY:


View My Stats

Jurnal Pelita Dharma (JPD) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.