ANALISIS LITERASI MEDIA AUDIO VISUAL_STUDI KASUS: KONTEN ARSIP INDRA KENZ

Kurnia Wira Dharma

Abstract


Perkembangan media digital telah mendorong meningkatnya konsumsi konten audio visual sebagai sumber informasi, termasuk konten edukasi keuangan di platform YouTube. Namun, tidak semua informasi yang disampaikan melalui media audio visual merepresentasikan realitas secara utuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana representasi kesuksesan finansial dibangun melalui konten arsip Indra Kenz serta menjelaskan pentingnya literasi media audio visual dalam memahami pesan media secara kritis. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis isi terhadap tiga video YouTube yang menampilkan tema keuntungan trading, kebangkitan dari kerugian, dan pencapaian gaya hidup mewah. Analisis dilakukan menggunakan teori Framing Robert N. Entman, Representasi Stuart Hall, dan Semiotika Roland Barthes.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga video secara konsisten membangun representasi kesuksesan finansial melalui narasi keuntungan cepat, perjuangan menuju keberhasilan, serta simbol-simbol kemewahan seperti mobil premium, rumah, dan aset finansial. Melalui proses framing dan penggunaan tanda-tanda visual tertentu, kesuksesan direpresentasikan sebagai kondisi yang identik dengan kekayaan material dan kebebasan finansial. Temuan penelitian juga menunjukkan adanya perbedaan antara representasi yang dibangun dalam konten dengan realitas yang terungkap setelah kasus Binomo dan keterlibatan Indra Kenz dalam promosi platform tersebut. Oleh karena itu, literasi media audio visual menjadi kompetensi penting agar masyarakat mampu memahami, menganalisis, dan mengevaluasi pesan media secara kritis sehingga tidak mudah terpengaruh oleh representasi yang bersifat persuasif maupun manipulatif.

Kata Kunci: literasi media audio visual, framing, representasi, semiotika, Indra Kenz, Binomo.

 

Keywords


literasi media audio visual, framing, representasi, semiotika, Indra Kenz, Binomo.

Full Text:

PDF 27-42

References


Anderson, R. H. (1987). Pemilihan dan Pengembangan Media untuk Pembelajaran. Jakarta: Rajawali.

Barthes, R. (1977). Image, Music, Text. London: Fontana Press.

Entman, R. M. (1993). Framing: Toward Clarification of a Fractured Paradigm. Journal of Communication, 43(4), 51–58.

Hall, S. (1997). Representation: Cultural Representations and Signifying Practices. London: Sage Publications.

Katz, E., Blumler, J. G., & Gurevitch, M. (1973). Uses and Gratifications Research. The Public Opinion Quarterly, 37(4), 509–523.

Kustandi, C., & Sutjipto, B. (2013). Media Pembelajaran: Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia.

McCombs, M., & Shaw, D. L. (1972). The Agenda-Setting Function of Mass Media. Public Opinion Quarterly, 36(2), 176–187.

Siregar, E. S., Kustiawan, W., & Harahap, K. A. (2022). Literasi Media. Malang: CV Literasi Nusantara Abadi.

Ainiyah, N. (2018). Remaja Millenial dan Media Sosial: Media Sosial sebagai Media Informasi Pendidikan bagi Remaja Millenial. Jurnal Pendidikan Islam Indonesia, 2(2), 221–236.

Nasrullah, R. (2015). Media Sosial: Perspektif Komunikasi, Budaya, dan Sosioteknologi. Bandung: Simbiosa Rekatama Media.

Bungin, B. (2015). Komunikasi Massa. Jakarta: Kencana.

Sobur, A. (2018). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Eriyanto. (2012). Analisis Framing: Konstruksi, Ideologi, dan Politik Media. Yogyakarta: LKiS.

Sugiyono. (2022). Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.


Refbacks

  • There are currently no refbacks.